ASBOTEA CENTER

IMPLEMENTASI SEKOLAH DASAR STANDAR NASIONAL (SDSN) SDPN PAJAGALAN 58 BANDUNG

Kamis, 18 Desember 2008

PANDUAN SDSN

Implementasi Program

* Penyusunan RPS
* Penyusunan RAPBS
* Pembentukan tim pengembang di sekolah, meliputi: manajemen (MBS), penyusunan KTSP, inovasi proses pembelajaran (integrasi PKH, pendidikan teknologi dasar, PAKEM, lingkungan sekolah menuju komunitas belajar), pengembangan sarpras, kinerja profesional guru, dan penggalangan partisipasi masyarakat.
* Mengembangkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.


Indikator Keberhasilan
1. Pengelolaan

* memiliki RPS dan RAPBS
* memiliki dokumen kurikulum (silabus, RPP dan bahan ajar) untuk semua mata pelajaran dan semua tingkatan kelas
* memiliki ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang administrasi, ruang ibadah, kamar kecil yang cukup dan memadai
* memiliki ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang multimedia dan ruang serba guna, sarana olah raga / kesenian.
* memiliki sarana pembelajaran yang memadai dan mencukupi kebutuhan jumlah siswa
* rasio ruang kelas: siswa = 1:28
* memiliki tenaga pendidik minimal 50% S1
* penguasaan kompetensi, 50% guru bersertifikasi kompetensi
* memiliki tenaga kependidikan yang kompeten di bidangnya.


2. Proses Pembelajaran

* menerapkan MBS
* menerapkan pendidikan kecakapan hidup, pembelajaran aktif kreatif efektif menyenangkan (PAKEM)
* menerapkan model pembelajaran konstruktivisme
* menerapkan sistem penilaian yang komprehensif
* menyusun formative TIK dalam pembelajaran


3. Out Put

* standar ketuntasan belajar minimal 95% (SKBM).
* nilai UN di atas rata-rata regional.
* memiliki prestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.
* 90% lulusan melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

Senin, 01 Desember 2008

SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM

Membaca artikel bapak tentang “sejarah Perkembangan kurikulum di Indonesia” sangat tepat sekali dengan momentum di hari guru ini, beberapa masalah yang ingin sekali saya kemukakan kepada bapak, antara lain :
1. Saya adalah guru SD Marginal yang ingin sekali adanya peningkatan frofesionalisme guru yang selama ini kurang terjangkau oleh fihak yang terkait. Bagaimana caranya , Pak ?
2. Bagiamana caranya untuk menghadapi arogansi kekuasaan ambtenar pendidikan yang memetingkan diri dan kelompoknya ?
3. Saya ingin sekali mengikuti kuliah S.2 adakah beasiswa dari pemerintah mohon informasinya ?
Betul apa yang dikatakan oleh Dr. S Belen “ Sistem Pendidikan Indonesia itu ibarat weker yang berfungsi dengan lancar dan efektif jika semua roda berputar untuk menggerakan jarum jam. salah sat kelemahan strategis yang selalu terulang dalam pembenahan system pendidikan Indonesia dan peningkatan mutu pendidikan adalah dibenahinya “roda-roda”tertentu tetapi dilalaikan perbaikan roda-roda yang lain. Kita membenahi roda kurikulum, roda pengadaan jumlah guru yang memadai, roda pembangunan gedung dan prasarana sekolah lainya, serta “roda” pengadaan alat perga dann alat pratikum. Namaun, kita memlalaikan perbaikan gedung”roda” pengembangan kemampuan professional guru, kepala sekolah, dan pengawas, “roda” pendanaan kebutuhan proses belajar-mengajar, “roda” peningkatan mutu pendidikan guru. Untuk mengsinergikan perputaran “ roda-roda weker” pendidikan, diperlukan konsistensi kebijakan, profesionalisme dalam mengurus pendidikan, keberanian, melakukan terobosan, dan kerendahan hati mengikuti panggilan hati untuk berfihak kepada anak didik, bukan arogansi kekuasaan ambtenar pendidikan memetingkan diri dan kelompoknya.

Senin, 24 November 2008

MOMENTUM HARI GURU TAHUN 2008 DALAM MENYIKAPI KRISIS GLOBAL

Krisis Global bukan agenda rutin sepuluh tahunan. Pada tahun 1998 kita masih terasa dampaknya dari krisis ekonomi, moral (nilai), sosial, nilai sampai saat ini. Kiris Global tahun 2008 saat ini bukan akhir segalanya, tetapi merupakan awal dari kebangkitan untuk berbuat atas nama guru yang sedang merayakan Ulang tahun pada hari ini.
Mengapa kita harus menyikapi hal tersebut (krisis) di atas ?
Karena guru mempunyai tanggung jawab moral dalam meningkatkan ketaqwaan dan mencerdaskan bangsa.
Guru mempunyai nilai-nilai terpuji dan teruji yang menuntut prestasi dan prestise tidak saja di depan kelas tetapi di tengah-tengah masyarakat. Nilai-nilai ini yang harus kita pertahakan.
Nilai-nilai kederadaan guru dalam melaksanakan profesi keguruan senatiasa relevan terhadap tugas pokok dan fungsi guru, antara lain
1. mendidik dalam meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan,
2. mengajar meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,
3. melatih mengembangkan keterampilan dan penerapannya.
Kedudukan guru yang demikian tampaknya masyarakat akan memberikan apreasiasi di tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat yakni di depan seorang guru member suri tauladan, ditengah-tengah membangun, di belakang memberikan dorongan dan motivasi agar.
Marilah kita merenungkan kembali tugas pokok dan fungsi guru !
Sangat berat menghadapi tantangan zaman globaisasi seperti yang terungkap dalam buku “ Refleksi Pengalaman Setengah Abad sebagai Guru “ editor Drs.H.M Sudar Siandes, MM yang mengungkap masa-masa penanam nilai-nilai keguruan, antara lain :
Faktor-faktor menumbuhkan kembangan proses menjadi guru,
1. Faktor dalam diri sendiri yang berupa kondisi kepribadian kondusif yang menjadi sumber inti kualitas guru seperti ; sikap, bakat, dan kesadaran diri yang penuh pemahaman dan apresiasi terhadap guru. Semua itu menjadi bahan baku utama yang kemudian berkembang menjadi aspirasi dan cita-cita sebagai sumber motivasi.
2. Lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat yang kondusif bagii tumbuhnya bibit intriksik untukmenjadi guru. Ke dalam faktor ini termasuk orang tua dan suasana lingkungan keluarga serta kondisi masyarakat yang kondusi masyarakatkat yang afresiasif terhadap jabatan guru.
3. Adanya role model atau model-model peran yang diapresiasi secara sadar menjadi figure rujukan untuk dijadikan sebagai contoh atau keteladanan dalam pembentukan dan pengembangan diri. Model peran ini dapat berasala dari orang tua(ayah,ibu,atau anggota kelaurga lainnya), guru-guru yang mengajar secara langsung serta figure lainya dirasakan sumber keteladanan.
4. Proses pendidikan yang di tempuh secara formal maupun non-formal dalam berbagai jenjangsebagi wahana pembentukan dan pengembangan kepribadian guru melalui perolehan kompetensi keguruan yang berupa kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian (menurut istilah Undang-undang Guru dan Dosen).
5. Pengalaman langsung sebagai aplikasi pembelajaran selama proses pendidikan.Apresiasi yang berkesinambungan terhadap jabatan guru-guru serta pihak lainnya yang diakui sebagai sumber pembelajaran.

Kamis, 20 November 2008

BELAJAR MENULIS BLOG UNTUK GURU SDPN PAJAGALAN 58 BANDUNG

Mencermati masalah yang berkembang pada saat ini harus mempunyai send of belonging, (rasa peka) terhadap apa yang terjadi di sekitar kita.
Apa yang terjadi disekitar kita ? akan terukur tingkat kepedulian seseorang dari sikap kritis dan solutif untuk untuk memecahkan yang terjadi di sekitar kita.
Sekolah Dasar Percobaaan Negeri Pajagalan 58 merupakan sekolah yang jendela kaca cermin yang semua berhak untuk mencerminkan diri terhadap apa yang terjadi di SDPN Pajagalan 58, Banyak sikap yang datang dari sikap kritis, sinis, apriori, meilhat sebelah mata seperti hal orang buta melihat bagian-bagian anatomi gajah. Mereka memegang telinga memppunyai persepsi hanya telinga saja, memegang yang lainya mereka tidak memberikan komentar yang signifikan. Mereka hanya mendapatkan masalah tidak berupaya untuk memecahkan masalah untuk keberhasilan kita bersama.